Kisah Pendaki Gunung Salak Buat Bulu Kuduk Merinding

Kisah Pendaki Gunung Salak Buat Bulu Kuduk Merinding

Buku Misteri – Bagi beberapa orang aktivitas mendaki gunung merupakan hobi yang menyenangkan. Para pendaki bisa belajar bertahan hidup di tengah hutan, belajar bekerjasama dengan sesama pendaki serta mendapatkan bonus setelah mencapai puncak dengan melihat seluruh pemandangan dari atas. Memang sudah tidak asing lagi bila naik gunung akan ditemukan berbagai macam cerita, salah satunya cerita mistis. Kali ini saya akan membagikan kisah dari Ivanka seorang pendaki Gunung Salak yang cukup menyeramkan.

Awal Kisah Pendakian Ivanka Di Gunung Salak

Kisah Pendaki Gunung Salak Buat Bulu Kuduk Merinding

Ivanka merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta dimana dia mengikuti organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA). Pada saat itu akan dilakukan pendakian oleh komunitas tersebut tepatnya di tanggal 23 Agustus 2019. Amat disayangkan hanya 7 orang saja dari 15 yang bisa mengikuti kegiatan di tanggal tersebut. Memang rencana ini sudah cukup lama direncanakan oleh mereka dan tidak tahu mengapa satu per satu memiliki halangan dan urusannya masing-masing. Nah walaupun hanya 7 orang saja, mereka tetap ingin melanjutkan rencana tersebut.

Tibalah di hari pendakian dimulai, mereka bertujuh yang terdiri dari 3 wanita (Ivanka, Dinda, Lisa) dan 4 laki-laki (Ardi, Cipto, Seno, dan Agung). Mereka menggunakan transportasi pribadi dari Jakarta menuju ke Sukabumi, Jawa Barat tempat Gunung Salak berada. Setibanya disana mereka langsung membawa peralatan mendaki yang cukup memadai beserta alat yang menempel dibadan. Mereka mulai mendaki melewati jalur cimelati yang biasanya banyak pendaki lain juga. Karena ada 2 orang yaitu Seno dan Agung pernah melakukan pendakian, jadi pikirnya pun tidak memerlukan tour guide. Setelah mengurus SIMAKSI atau Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi mereka memulai hiking dengan menapaki jalur pendakian.

Saat awal pendakian dimulai pada pukul 15.00 WIB, mereka pun di awal pendakian sering bercanda karena begitulah pada umumnya anak muda. Tetapi candaan mereka tidak menjurus negatif melainkan menyemangatkan satu sama lain. Kurang lebih 30 menit mereka tiba di pos satu dan melihat beberapa pendaki sedang beristirahat minum. Karena tidak merasa memerlukan untuk beristirahat, mereka pun melanjutkan hiking dengan semangat cukup tinggi. Saat perjalanan ke pos 2 cuaca pun sudah mulai mendung disertai rintikkan hujan ringan, walaupun begitu mereka tetap melanjutkannya sambil mengikuti 1 gerombolan pendaki berkisar 11 orang di depannya. Dikarenakan hujan semakin besar, mereka pun terpaksa membangun tenda darurat untuk tempat teduh sementara.

Setelah hujan reda mereka pun melanjutkan dan sampailah di pos 2 kurang lebih 50 menitan. Mereka beristirahat sambil memakan cemilan ringan kemudian melanjutkan perjalanan ke pos 3 yang akan memakan waktu cukup lama yaitu 120 menit. Disaat pendakian Ivanka dan Dinda sudah mulai kelelahan karena baru pertama kalinya mendaki gunung. Beberapa kali mereka berhenti untuk melakukan istirahat sejenak dan melanjutkannya. Di tengah perjalanan menuju pos 3 langit pun sudah mulai gelap dimana jam sudah menunjukkan pukul 05:45 WIB. Karena rasanya masih sanggup dan jangkauan pandangan masih terlihat mereka tetap melanjutkan sampai ke pos 3.

Kisah Seram Gunung Salak

Kisah Pendaki Gunung Salak Buat Bulu Kuduk Merinding

Nah di pos 3 ini lah awal cerita dimulai, ketika berada di pos 3 hanya ada 2 rombongan saja, mungkin yang lainnya sudah sampai di pos besar seperti 5. Merasa mereka mempunyai peralatan yang memadai seperti senter, sehabis istirahat mereka langsung mencoba melanjutkannya agar ketika esok pagi tidak membutuhkan waktu lama lagi untuk mendaki. Ketika hiking dilakukan menuju pos 4 tatapan Dinda pun mulai kosong dan sering melihat ke sekeliling. Cipto yang menyadarinya langsung mengatakan “gak usah liat kemana-mana, fokus liat kedepan atau melihat punggung teman-teman yang lain”. Akhirnya dinda pun nurut dan mengikuti saran dari Cipto. Selang 30 menit Dinda merasakan tas yang dibawanya sangat berat. Karena yang lain menganggap dia kelelahan, Ivanka dan Lisa pun menyemangatinya. Lalu mereka pun bertemu dengan 2 pasang pendaki wanita dan laki-laki yang melakukan tektok. Kata pendaki tersebut “kalian mending turun saja, soalnya cuacanya di atas cukup bahaya, angin kencang beserta kabut”. Mereka yang sedang mendaki hanya menjawab “iya, kami coba naik dulu” ujar Cipto.

Kemudian sesudah 15 menit pertemuan dengan 2 orang tersebut, kabut tebal pun datang dan membuyarkan pandangan mereka. Kemudian di saat yang bersamaan Dinda berteriak kesakitan “tolong, sakiitt”. Karena teriakannya tersebut membuat keempat lelaki panik dan bergegas menghampirinya diikuti Lisa dan Ivanka yang ketakutan. Kemudian agung pun bertanya “kenapa Dinda?”, jawab Dinda “leher dan tangan aku sakit kaya di cekik”. Jawaban tersebut membuat mereka mulai takut dan parno. Akhirnya mau tidak mau tenda darurat yang tujuannya untuk bermalam pun di bangun. Kemudian Dinda pun bersama Lisa dan Ivanka masuk ke dalam satu tenda untuk beristirahat. Saat itu juga Dinda berteriak kembali “tolong tolong” dan mereka bergegas kembali menghampirinya, ketika itu Dinda terlihat menunduk sambil merangkak dan mengeluarkan suara seperti auman singa yang sontak membuat semua orang ketakutan. Kebetulan salah satu dari mereka yaitu Ardi memiliki kemampuan dalam hal mistis, ia pun membacakan beberapa surat yang membuat Dinda sadar kembali tetapi dengan tubuh yang lemas. Karena perjalanan pun tidak memungkinkan mereka berencana untuk turun kembali esok pagi.

Ketika malam hari tersebut, sering terdengar suara wanita ketawa di ikuti dengan orang atau binatang yang berlari. Mereka tidak berani keluar tenda karena ditakuti binatang buas atau hal gaib. Malam pun berlalu yang diselimuti ketakutan dari ketujuh pendaki tersebut, lalu di pagi hari mereka pun melakukan turun gunung dengan berhati-hati dan tidak melakukan candaan sedikit pun. Singkat cerita sesampainya di bawah, mereka bertemu dengan salah satu penjaga pos satu lalu dia pun bertanya “sudah sampai puncak?” lalu Agung menjawab “tidak pak, kami ada masalah kemarin malam salah satu dari kami kesurupan dan saat mau ke pos 4 cuacanya berkabut”. Sang penjaga pos sedikit bingung karena dia merasa cuaca baik-baik saja dan berkata “kemarin sore sampai malam cuaca bagus kok dek dan banyak pendaki yang tektok dari puncak”. Mereka bertujuh pun bingung, lalu Ivanka mengatakan “tapi kemarin kami terjebak kabut dan angin kencang pak, kemudian ada 2 pasang pendaki yang memperingatkan kami, tetapi tidak mendengarkannya”. Lalu sang penjaga mengatakan “kalian sepertinya bertemu penunggu gunung ini yang sering memperingatkan para pendaki untuk turun dan cuaca tersebut kemungkinan bukan di rute yang benar karena bisa jadi itu di beda alam”. Ketika mendengar hal itu mereka langsung kaget dan mengurungkan niat apabila ingin naik ke gunung salak tersebut.

Jadi itulah cerita singkat mengenai perjalanan seorang pendaki di gunung salak, ada baiknya melakukan pendakian di saat tubuh fit dan cuaca bagus. Tapi apabila anda tidak ingin mengambil resiko aktifitas dirumah juga seru. Seperti salah satunya yaitu bermain judi online di Agen Judi Online Resmi. Selain mendapatkan keseruan anda juga bisa meraih keuntungan dari taruhan uang asli.